Nike, founder HelpNona, Dari Inisiatif Sosial ke Startup

 

Terinspirasi dari pengalaman bekerja di lembaga sosial mendorong Nike Nadia atau yang biasa akrab disapa Nike membuat HelpNona, portal khusus yang mengangkat isu perempuan muda. HelpNona memiliki visi untuk mendorong ‘pacaran sehat’ karena melihat masih banyaknya perempuan Indonesia yang belum menyadari apa itu ‘hubungan sehat’ dalam pacaran terutama bagi perempuan muda.

Nike sendiri tidak pernah terbayang sebelumnya bahwa ide membangun HelpNona akan membawa Nike ke dunia Startup. Lulusan Hukum Unpad ini memang sangat passion dalam isu sosial dari mulai aktif sebagai kontributor hingga turun tangan langsung sebagai relawan.

Nike founder helpnona
Penasaran bagaimana cerita Nike dalam mendirikan HelpNona ? Simak pengalaman Nike berbagi dengan GirlsInTech.

Halo, Nike, ceritain dong tentang HelpNona ! Dari awal mulai ide sampai eksekusi bagaimana ?
Kebetulan dari SMA aku suka banget nulis dan baca majalah cewek, sampai sempat jadi kontributor juga. Influence itu yang membuat aku melek sama isu girl power, sampai sempat bikin film dokumenter tentang violence against women dan punya kesempatan riset ke NGO khusus perempuan. Dari situ aku kuliah hukum dan menemukan banyak celah yang menarik untuk dipelajari tentang isu kekerasan berbasis gender. Singkat cerita, setelah lulus aku jadi relawan petugas unit pengaduan salah satu mekanisme HAM nasional yang bergerak untuk pengentasan kekerasan terhadap perempuan selama 2 tahun. Di sana aku dilatih untuk menerima dan mendokumentasikan kasus kekerasan berbasis gender, termasuk kekerasan dalam pacaran.

Dalam prosesnya, banyak teman-temanku yang kemudian cerita atau bertanya tentang masalah yang dihadapinya atau orang terdekatnya dalam hubungan pacaran. Mulai dari masalah galau belum ditembak, sampai hal yang sangat serius. Mungkin karena mereka tahunya aku bertugas menerima kasus-kasus serupa, jadi bertanya nya ke aku. Seiring dengan berjalannya waktu aku menemukan gap tidak adanya satu website atau kanal informasi khusus perempuan muda yang isinya fokus membahas self respect, pacaran sehat dan kekerasan dalam pacaran di digital platform. Banyak banget sih artikel yang bahas isu KDP (kekerasan dalam pacaran), tapi ya terpencar-pencar.

Akhirnya setelah aku menyelesaikan masa tugasku sebagai petugas unit pengaduan, aku pun berupaya mendesain konsep HelpNona. Idenya simpel banget kok, cuma website yang isinya berupa info terkait self respect, pacaran sehat dan kekerasan dalam pacaran khusus perempuan muda yang bisa diakses kapan saja, di mana saja, dan tentunya gratis. Info ini kemudian disusun dari data sekunder seperti buku, jurnal ilmiah, dan infografis lembaga pemerhati perempuan serta dengan mewawancarai lembaga partner kita agar informasi yang disajikan HelpNona memiliki perspektif berdaya yang baik. HelpNona juga ingin menjadi ruang untuk para Nona saling terinspirasi mengenai isu self respect & pacaran sehat. Misalnya dengan menjadi volunteer untuk project HelpNona atau mengikuti aktivasi yang dilaksanakan HelpNona.

Apa saja suka duka selama merintis HelpNona ?
Sukanya banyak ☺
Yang paling utama sih karena HelpNona menghubungkan aku sama banyak perempuan muda yang ternyata concern sama isu ini. Ada banyak teman perempuan muda yang pengen gabung dalam gerakan HelpNona baik offline mau pun online. Selain itu, bisa bantu berdiskusi sama teman-teman yang sama-sama mau belajar tentang isu pacaran sehat juga membuat aku merasa usahaku tidak sia-sia.

Bicara duka, sebenarnya gak ada yang gimana-mana banget. Aku sih melihatnya sebagai proses yang harus dilalui, contohnya aja ketika di awal i have no idea tentang website dsb. Lalu selama berminggu-minggu aku cari informasi tentang cara bikin website sendiri. Soalnya, aku ngerasa akan selalu ada banyak alasan buat kita gak melakukan sesuatu, nunda, dsb. Termasuk ketiadaan partner IT (which is sangat krusial), cuma kupikir ini kan inisiatif sosial. Aku menemukan banyak teman-teman founder yang memulai semua dari nol lalu lama-lama dapat kesempatan untuk berkembang. Jadi, kenapa engga aku belajar?

Apa tantangan terbesar membangun HelpNona ?
Bicara eksekusi, sebenarnya lumayan berliku karena aku sama sekali gak punya partner. Dalam prosesnya HelpNona beberapa kali minta tolong teman-teman dekat untuk hal tertentu, namun untuk masalah teknis benar-benar aku kerjakan sendiri. Aku yang buta sama sekali dengan dunia IT , digital dan semacamnya benar-benar tiap hari googling, liat tutorial, dan tanya-tanya live chat ke penyedia domain & website tentang hal tersebut. Aku yang dulu bahkan gak tau bedanya istilah domain atau hosting , kini dituntut memasang plugins live chat sampai quiz di sebuah website. But at the end of the day, aku gak menyesal kok belajar itu semua sekarang ☺

helpnona
Meski baru launching sekitar 3 minggu, HelpNona menjadi salah satu pemenang Kompetisi #WomenWin dari Girls in Tech Indonesia dan baru saja diulas di salah satu kanal berita online. Tapi bagi Nike sendiri pencapaian terbesar adalah ketika melihat tingginya semangat dan antusiasme teman-teman yang ternyata banyak ingin bergabung menjadi bagian dari HelpNona.

Wah, gutlak ya Nike semoga sukses dan terus menginspirasi perempuan muda Indonesia.

Cek juga artikel tentang HelpNona disini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *