WIFI Gratis dengan Passport

indonesia
  • By: indonesia
  • In: New Update
  • Posted: Juni 10, 2014

Meskipun Jepang terkenal dengan layanan public dengan kualitas yang baik, namun ternyata Jepang masih menjadi salah tujuan perjalanan wisata yang terkenal “kurang ramah” khususnya unuk kalangan para turis. Selain rintangan bahasa dan budaya, kini salah satu tantangan terbesar untuk masyarakat yang sangat dekat dengan teknologi adalah sangat minimnya area yang menyediakan Wifi di Jepang.

Café dan area pariwisata di Eropa dan Amerika Utara banyak yang menawarkan WiFi gratis untuk perangkat mobile para wisatawan, Namun hal ini tidaklah umum di kota-kota besar di Jepang. Namun sepertinya hal ini akan berubah karena sebuah program baru yang diluncurkan oleh NTT (perusahaan telekomunikasi terbesar di Jepang) yang khusus dirancang untuk melayani wisatawan asing yang senang berburu WiFi.

Bagi mereka yang belum pernah ke Jepang atau tidak berencana untuk pergi ke Jepang, berita ini mungkin ketinggalan jaman, tapi untuk mereka yang pernah mencoba untuk berwisata ke Jepang dan berisaha untuk menemukan WiFi disana, ini adalah berita yang cukup besar.

Sekarang ketika seorang wisatawan tiba di bandara Jepang, mereka dapat menunjukkan passport dan mendaftar untuk kartu WiFi yang menawarkan Wifi gratis melalui 45.000 hotspot di wilayah timur Jepang termasuk wilayah Tokyo, Hakone, Mt. Fuji, Yokohama, Nagano, Nikko, Kusatsu, Tohoku, Hokkaido dan Fukushima.

Selain itu, wisatawan luar negeri yang sedang mempersiapkan diri untuk mengunjungi Jepang dapat mendownload versi iOS orAndroid dari NAVITIME untuk aplikasi Perjalanan Jepang dan mendapatkan ID dan password terlebih dahulu. Aplikasi ini juga menawarkan mode augmented reality yang menunjukkan gambar Street View-dengan gambar di mana tersedia Wi-Fi hotspot berada.

Walaupun, aksesnya hanya berlaku untuk 14 hari (336 jam), hanya cukup untuk membuat Anda terbiasa dengan akses gratis ketika dalam perjalanan pendek, tapi tidak untuk mereka yang berencana untuk memperpanjang masa tinggal mereka di Jepang. Program uji coba ini, dimulai awal tahun ini, akan berlangsung hingga September 2014.

[taken from mashable 2014]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *