Tety Sianipar : Bantu Difabel Cari Kerja

tety-di-google-headquarter
Memiliki latar belakang pendidikan Teknik Informatika dari kota pelajar, Tety ingin teknologi dapat memecahan masalah sosial. Tety sempat bekerja sebagai game developer kemudian tergerak untuk terjun dalam isu sosial. Tety pun memutuskan untuk bekerja di salah satu NGO Internasional.
Dari NGO tersebut Tety beruntung bertemu dengan partner Rubby, CEO Kerjabilitas. Berangkat dengan satu visi untuk memajukan kaum difabel,Tety dan Ruby kemudian secara resmi meluncurkan Kerjabilitas pada maret 2015 meski gerakan peduli disabilitas telah dimulai setahun sebelumnya.
Tety tidak jarang mengalami penolakan setiap hari dari perusahaan. Masih sedikit perusahaan di Indonesia yang mempekerjakan karyawan difabel meski isu tenaga kerja disabilitas di Indonesia bukahlah hal baru. Merujuk pada UU No.4 Tahun 1997 bahwa perusahaan wajib memberikan 1% kuota bagi difabel bekerja. Namun pada faktanya memang masih sedikit perusahaan yang mempekerjakan difabel.
google-launchpad-accelerator-graduation
Kerjabilitas terpilih sebagai salah satu startup potensial dalam Google Launchpad Accelerator di kantor pusat Google di Mountain View, California, Amerika Serikat. Tety bertemu dengan startup dari negara lain termasuk India dan Brazil selama 2 minggu program di Amerika dan kemudian 6 bulan di negara masing-masing.

Tety sendiri merasakan banyak manfaat dari program Google Launchpad Acclerator terutama untuk memperluas networking. Program ini juga menjadi batu loncatan bagi Kerjabilitas mengenal ekosistem dan mindset startup yang masih merupakan dunia baru.

jolkona-catalyst-programme-di-microsoft

Tety juga mewakili Kerjabilitas yang terpilih sebagai salah satu social enterprise dari delapan wakil Indonesia pada program Jolkona. Program ini memberikan pelatihan bagi para pelaku usaha sosial selama 3 minggu di Seattle, Amerika Serikat. Hal yang dipelajari beragam dari mulai menjabarkan visi, analisis marketing channel, design thinking,leadership hingga menghitung social impact.

Tety memiliki pesan bagi teman-teman yang ingin memulai startup atau social enterprise untuk segera mulai sedini mungkin karena bila masih muda melakukan kesalahan bisa banyak belajar.
Harapan Tety ke depan ingin membuat kaum difabel visibel dengan bekerja dan memiliki peran dalam masyarakat. Tidak seperti selama ini dimana kaum difabel tidak terlihat karena kaum difabel tidak bekerja sehingga tidak memiliki alasan untuk keluar.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *